SBCNEWS.id – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memamerkan beragam inovasi kemasan produk melalui kegiatan bertajuk Bisnis Digital: Etalase Pameran Packaging. Kegiatan ini berlangsung di Gedung FST, Kampus Gunung Anyar, Surabaya, Kamis (8/10/2026).
Pameran tersebut menjadi wujud penerapan pembelajaran berbasis proyek yang memadukan kreativitas desain, teknologi informasi, strategi pemasaran, dan pengembangan kewirausahaan di era ekonomi digital. Informasi kegiatan itu disampaikan melalui siaran pers yang diterima redaksi SANSEKERTA.ID pada Senin (12/10/2026).
Berbagai prototipe kemasan hasil karya mahasiswa dipamerkan sebagai bagian dari penilaian Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Bisnis Digital. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori bisnis, tetapi juga mengembangkan gagasan menjadi produk kreatif yang berpotensi diterapkan dalam dunia usaha.
Produk yang ditampilkan mencakup kemasan makanan dan minuman, fashion, busana muslim, hingga produk kesehatan dan gaya hidup. Setiap rancangan memperhatikan estetika, fungsi, efisiensi biaya produksi, kemudahan penggunaan, serta daya tarik pemasaran.Dosen pengampu mata kuliah Bisnis Digital, Dr. H. Yusuf Amrozi, M.M., menekankan pentingnya pengalaman praktik untuk membekali mahasiswa menghadapi persaingan dunia usaha.
Menurutnya, perancangan kemasan menjadi sarana untuk menghubungkan kreativitas desain dengan strategi pemasaran, kebutuhan konsumen, dan peluang bisnis.Kemasan, lanjutnya, tidak sekadar berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga berperan dalam membangun identitas merek, menarik perhatian konsumen, dan meningkatkan nilai jual di tengah persaingan pasar digital.Sejumlah karya unggulan turut mencuri perhatian dalam pameran tersebut.
Salah satunya adalah Hijab & Qabul Smart Packaging, yang mengusung konsep hardbox premium dengan mempertimbangkan efisiensi biaya produksi.Ada pula kemasan Sugar Spun berbentuk folding box dengan jendela mika sehingga produk dapat terlihat secara langsung. Kemasan tersebut dilengkapi pegangan praktis untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan.Inovasi lainnya meliputi Nara Cookies dengan konsep handle box, kemasan Mova berbahan art paper, serta kemasan reed diffuser Dough & Dear yang menggunakan kertas ivory sebagai bahan utama.
Beragam desain tersebut menunjukkan upaya mahasiswa dalam memadukan unsur visual, fungsi, pemilihan bahan, efisiensi produksi, dan nilai komersial dalam sebuah rancangan kemasan.Salah satu peserta pameran, Shafira Nor Putri Wawan, mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui kegiatan tersebut. Ia menilai pameran ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan ide sekaligus mengasah kreativitas dalam menghasilkan desain kemasan yang memiliki nilai jual.
“Pameran ini memberi saya kesempatan mengembangkan kreativitas dalam membuat kemasan yang menarik, fungsional, dan memiliki nilai jual yang tinggi,” ujarnya.Tidak hanya merancang produk, mahasiswa juga berkesempatan mempresentasikan konsep bisnis, menjelaskan keunggulan karya, dan menyampaikan gagasan kepada pengunjung. Pengalaman tersebut turut melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan.
Kegiatan ini mencerminkan upaya Program Studi Sistem Informasi UINSA dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teknologi informasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berinovasi, memahami strategi bisnis, dan membaca kebutuhan pasar.Melalui Bisnis Digital: Etalase Pameran Packaging, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan ini juga membuka ruang bagi lahirnya ide-ide kemasan yang berpotensi diterapkan oleh pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Dengan pembelajaran yang aplikatif dan kolaboratif, UINSA Surabaya mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi yang kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menghadapi tantangan dan peluang dalam ekosistem ekonomi digital.Dilansir dari siaran pers yang diterima redaksi SANSEKERTA.ID pada Senin (12/10/2026).



