HomeEkbisLompati Batas Listrik: PGE Gandeng UGM Garap 'Project Beyond-Katrili' untuk Inovasi Pertanian...

Lompati Batas Listrik: PGE Gandeng UGM Garap ‘Project Beyond-Katrili’ untuk Inovasi Pertanian Berbasis Panas Bumi.

SBCNews.id– PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO/PGE) resmi memulai babak baru dalam pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Melalui penandatanganan Joint Study Development Agreement Project Beyond-Katrili, PGE berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris untuk mengembangkan teknologi booster pertanian ramah lingkungan.

Proyek ini menandai transformasi strategis PGE dalam memandang potensi panas bumi, tidak hanya sebagai sumber listrik (geothermal electricity), tetapi juga untuk aplikasi langsung di sektor pangan.

Hilirisasi Energi dan Ketahanan Pangan

Direktur Operasi PGEO, Andi Joko Nugroho, menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan kunci untuk memaksimalkan sumber daya alam Indonesia. Menurutnya, panas bumi memiliki peran vital dalam mendukung visi pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.”Ke depan, bisnis panas bumi tidak hanya berfokus pada listrik, tetapi beyond electricity yang berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pertanian,” ujar Andi dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (27/4/2026).Andi berharap Project Beyond-Katrili mampu meningkatkan produktivitas petani lokal sekaligus memperluas spektrum pemanfaatan energi hijau yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Sinergi Riset dan Industri

Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Selo, menekankan bahwa peran perguruan tinggi adalah menjembatani riset laboratorium ke implementasi nyata. Ia menilai pengembangan “Katrili” merupakan contoh nyata bagaimana sektor energi dan pangan dapat diintegrasikan demi memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

“Pengembangan Katrili menjadi contoh konkret integrasi energi dan pangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan di tengah dinamika global,” tutur Prof. Selo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here