SBCNews.id – Di tengah ancaman musim kemarau yang kerap mengganggu sektor pertanian, petani di Desa Kaliwungulor, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kini memiliki solusi yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Melalui pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya (PATS), kebutuhan irigasi sawah tetap terpenuhi tanpa bergantung pada konsumsi bahan bakar minyak dalam jumlah besar.Setiap pagi, suara mesin pompa mulai terdengar dari tepian sungai di desa tersebut.
Air yang dipompa kemudian dialirkan ke jaringan irigasi untuk mengairi puluhan hektare lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.Di lokasi pompa berdiri 36 modul panel surya yang menjadi sumber energi utama penggerak sistem tersebut. Kehadiran teknologi energi terbarukan ini telah membawa perubahan signifikan bagi para petani setempat.Perangkat Desa Kaliwungulor, Paryanto, mengatakan sebagian besar wilayah desanya merupakan lahan pertanian produktif.
Dari total sekitar 76 hektare sawah, mayoritas digunakan untuk budidaya padi yang sangat bergantung pada ketersediaan air.Sebelum adanya pompa tenaga surya, petani mengandalkan bendung dan pompa berbahan bakar minyak untuk mengairi sawah saat musim kemarau. Namun, biaya operasional yang tinggi menjadi beban tersendiri bagi para petani.Dalam satu hari, tiga unit pompa konvensional dapat menghabiskan sekitar 200 hingga 250 liter BBM.
Jika musim kemarau berlangsung selama dua hingga tiga bulan, kebutuhan bahan bakar bisa mencapai puluhan ribu liter dalam satu musim tanam.“Karena desa kami memang penghasil padi, air harus tersedia. Mau tidak mau pompa harus jalan terus saat kemarau,” ujar Paryanto.Perubahan mulai dirasakan sejak akhir tahun 2020 ketika Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun proyek Pompa Air Tenaga Surya di Desa Kaliwungulor.
Proyek senilai Rp514 juta tersebut menggunakan sistem panel surya berkapasitas sekitar 11 kilowatt peak (kWp).Dengan memanfaatkan energi matahari, biaya operasional yang sebelumnya bergantung pada BBM dapat ditekan secara signifikan. Selain lebih ekonomis, sistem ini juga mendukung penggunaan energi bersih dan berkelanjutan di sektor pertanian.
Keberadaan pompa tenaga surya tidak hanya membantu menjaga produktivitas pertanian saat kemarau, tetapi juga menjadi contoh penerapan teknologi ramah lingkungan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.Bagi petani Kaliwungulor, teknologi ini menjadi harapan baru untuk menjaga hasil panen tetap optimal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang selama ini membebani biaya produksi pertanian.



