SBCNews.id – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mendukung rencana penyesuaian tarif TransJakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000. Menurutnya, besaran tarif tersebut masih tergolong wajar mengingat tidak pernah mengalami kenaikan sejak 2005.
Nova mengatakan, usulan kenaikan tarif telah dibahas dalam rapat kerja Komisi B DPRD DKI Jakarta. Namun hingga kini belum ada keputusan final karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Dinas Perhubungan masih diminta menyusun kajian yang lebih komprehensif.
Selain kajian, DPRD juga meminta adanya Focus Group Discussion (FGD) dengan masyarakat sebagai pengguna layanan TransJakarta agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.”Tarif TransJakarta sejak 2005 belum pernah naik. Sementara beban subsidi atau Public Service Obligation (PSO) terus meningkat, ditambah dana transfer daerah juga berkurang,” ujar Nova, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, subsidi operasional TransJakarta yang ditanggung Pemprov DKI Jakarta saat ini mencapai sekitar Rp4 triliun per tahun. Karena itu, evaluasi tarif dinilai perlu dilakukan untuk membantu mengurangi beban anggaran daerah.Meski demikian, Nova menegaskan penyesuaian tarif tidak boleh dilakukan secara terburu-buru dan harus didasarkan pada hasil kajian yang matang serta masukan dari masyarakat.
Menurutnya, apabila tarif dinaikkan menjadi Rp5.000 dan jumlah pengguna TransJakarta tetap berada di kisaran 1,4 juta penumpang per hari, maka penghematan subsidi diperkirakan mencapai Rp400 miliar hingga Rp500 miliar setiap tahun.Dana hasil penghematan tersebut, lanjut Nova, dapat dialokasikan untuk mendukung berbagai program prioritas lainnya, termasuk pengembangan sistem transportasi publik di Jakarta.”Kalau beban subsidi berkurang sekitar Rp400 hingga Rp500 miliar, tentu anggaran itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan transportasi maupun program lain yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.



