HomeEkbisHarga Pangan Dunia Melonjak, FAO Wanti-Wanti Dampak Jangka Panjang.

Harga Pangan Dunia Melonjak, FAO Wanti-Wanti Dampak Jangka Panjang.

  • SBCNews. Id – Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia Food and Agriculture Organization (FAO) memperingatkan potensi tekanan berkepanjangan terhadap produksi dan harga pangan global akibat konflik yang terus berlangsung serta tingginya biaya input pertanian.
  • Kepala Ekonom FAO, Máximo Torero, menyebut bahwa jika konflik berlangsung lebih dari 40 hari, petani akan dihadapkan pada pilihan sulit, mulai dari mengurangi penggunaan input, menanam lebih sedikit, hingga beralih ke komoditas yang membutuhkan pupuk lebih rendah.
  • Kondisi ini dinilai akan berdampak langsung pada hasil panen serta ketersediaan pangan dalam jangka menengah hingga panjang.“Pilihan-pilihan tersebut akan memengaruhi hasil panen di masa depan dan membentuk pasokan pangan serta harga komoditas hingga tahun depan,” ujarnya.
  • Secara global, tekanan terhadap harga pangan mulai terlihat. Indeks Harga Sereal FAO tercatat naik 1,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya, didorong oleh lonjakan harga gandum dunia sebesar 4,3 persen. Kenaikan ini dipicu oleh penurunan produksi akibat kekeringan di Amerika Serikat serta potensi pengurangan area tanam di Australia akibat mahalnya pupuk.Harga jagung global juga mengalami kenaikan seiring meningkatnya biaya pupuk.
  • Sementara itu, Indeks Harga Beras justru turun 3 persen pada Maret, dipengaruhi musim panen, melemahnya permintaan impor, serta depresiasi mata uang terhadap dolar AS.Di sisi lain, Indeks Harga Minyak Nabati melonjak 5,1 persen dari Februari dan meningkat 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencakup harga minyak sawit, kedelai, bunga matahari, dan rapeseed, seiring efek domino dari naiknya harga minyak mentah yang mendorong permintaan bahan bakar nabati.
  • Komoditas lainnya juga menunjukkan tren serupa. Indeks Harga Daging naik 1 persen, didorong oleh lonjakan harga daging babi di Uni Eropa serta kenaikan harga daging sapi di Brasil yang membatasi ekspor demi kebutuhan domestik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here