HomePemerintahanEdukasi Pilah Sampah Masuk Materi MPLS, Pramono Anung: Bentuk Karakter Peduli Lingkungan...

Edukasi Pilah Sampah Masuk Materi MPLS, Pramono Anung: Bentuk Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini

SBCNews.id JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan apresiasi tinggi terhadap sekolah-sekolah di ibu kota yang berinisiatif memasukkan materi edukasi pemilahan sampah ke dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Langkah ini dinilai taktis untuk menanamkan kesadaran ekologis dan membentuk karakter peduli lingkungan pada generasi muda sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah.

“Kalau edukasinya tentang pilah sampah, menurut saya baik sekali,” ujar Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.

Salah satu contoh nyata penerapan materi ini terlihat di SDN 07 dan SDN 08 Senen, Jakarta Pusat. Pihak sekolah memanfaatkan momentum MPLS untuk mengajarkan para siswa baru tata cara membedakan dan memilah jenis sampah secara interaktif. Menurut Pramono, meski kegiatan MPLS di Jakarta sangat beragam, penyisipan edukasi lingkungan ini memiliki urgensi yang besar.

Implementasi Ingub Nomor 5 Tahun 2026

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa edukasi di sekolah ini berjalan selaras dengan kebijakan strategis daerah. Pemprov DKI Jakarta telah memperkuat payung hukum penanganan limbah melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah dari Rumah, yang ditekennya pada Mei lalu.

“Jadi kegiatannya memang beraneka ragam. Tetapi pilah sampah ini sekarang sesuai dengan Ingub yang dikeluarkan oleh Gubernur tahun 2026 Nomor 5. Sekarang hampir semua kegiatan untuk pilah sampah itu diadakan di berbagai tempat,” jelasnya.

Guna menyukseskan regulasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendeklarasikan gerakan pemilahan sampah skala besar di seluruh wilayah Jakarta.

Targetkan Gerakan Masif di Seluruh Kota Administrasi

Pramono menggarisbawahi bahwa persoalan menahun sampah di ibu kota tidak akan pernah selesai jika hanya mengandalkan peran pemerintah. Diperlukan kerja sama yang solid dan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.

Saat ini, program pemilahan sampah berbasis komunitas sebagai proyek percontohan (pilot project) sudah mulai berjalan di beberapa wilayah, di antaranya kawasan Rorotan dan Cilincing, Jakarta Utara. Pramono berharap, gerakan ini segera diadopsi secara luas di wilayah lain.

“Percontohan sebenarnya sudah dimulai di Rorotan, di Cilincing dan sebagainya. Tetapi nanti mudah-mudahan minggu depan gerakan ini menjadi gerakan yang masif dilakukan oleh semua kota administrasi,” pungkasnya optimistis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here