SBCNews.id – Upaya mencetak pembimbing haji dan umrah yang profesional terus diperkuat. Sebanyak 169 peserta mengikuti Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Profesional Angkatan ke-10 yang digelar di Surabaya Suites Hotel, Surabaya, 9–15 Agustus 2026.
Sertifikasi ini tidak sekadar menjadi tahapan untuk memperoleh pengakuan kompetensi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk pembimbing yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, mulai dari penguasaan manasik hingga kemampuan mendampingi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul selama perjalanan ibadah.
Ketua DPW FK-KBIHU Provinsi Jawa Timur, Drs. KH. Habib Abu Bakar Assegaf, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kebutuhan terhadap pembimbing haji yang kompeten masih sangat besar. Karena itu, pengalaman saja tidak cukup untuk menjalankan amanah sebagai pembimbing.
“Sertifikasi ini sawahnya pembimbing haji,” ujar Habib Abu Bakar.
Menurutnya, seorang pembimbing harus terus meningkatkan kapasitas dan memenuhi standar kompetensi agar mampu memberikan pendampingan secara profesional kepada jemaah, khususnya jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya.
Hal senada disampaikan Kabid Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah, H. Gartaman, S.Ag., M.H., yang hadir mewakili Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur.
Ia menekankan bahwa profesionalisme pembimbing tidak berhenti ketika sertifikat berada di tangan. Pembimbing harus mampu memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat, siap mendampingi jemaah, serta mengikuti perkembangan regulasi dan sistem penyelenggaraan haji dan umrah.
“Panjenengan ini dicetak untuk menjadi pembimbing ibadah yang profesional,” kata Gartaman.
Melalui sertifikasi tersebut, 169 peserta mendapatkan pembelajaran dari profesor, akademisi, praktisi dan pembimbing berpengalaman. Materi yang diberikan diharapkan mempertemukan pemahaman akademik dengan pengalaman nyata di lapangan.
Dengan demikian, sertifikasi Angkatan ke-10 diharapkan tidak hanya melahirkan pembimbing yang bersertifikat, tetapi juga benar-benar kompeten, profesional, berintegritas dan siap mendampingi jemaah.
Sebab, kualitas perjalanan ibadah jemaah tidak hanya ditentukan oleh kesiapan penyelenggara, tetapi juga oleh kualitas pembimbing yang berada paling dekat dengan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.



