HomeBudayaBriliant Khitan, Puluhan Anak Sidodadi Surabaya Diarak Sebelum Dikhitan

Briliant Khitan, Puluhan Anak Sidodadi Surabaya Diarak Sebelum Dikhitan

SBCNEWS.ID – Khitanan biasanya identik dengan ketegangan dan rasa takut bagi anak-anak. Namun, suasana berbeda justru terlihat dalam Khitanan BRIlian bersama Langgar Wakaf Mas’adah di Jalan Sidodadi III, Surabaya, Minggu (4/10/2026).

Sebanyak 100 anak yang menjadi peserta khitanan lebih dulu diajak berkeliling kampung menggunakan becak. Mereka diarak layaknya sebuah perayaan, lengkap dengan iringan drum band dari Pondok Pesantren Abu Syamsuddin, Sidotopo Kidul, Surabaya.

Musik drum band yang menggema di sepanjang jalan membuat suasana semakin meriah. Para peserta tampak menikmati perjalanan. Sebagian bahkan terlihat tersenyum dan melambaikan tangan kepada warga yang menyaksikan arak-arakan tersebut.

Setelah menyusuri jalan-jalan kampung, rombongan kembali ke Langgar Wakaf Mas’adah. Para peserta kemudian menjalani prosesi khitan yang ditangani sembilan tenaga medis.

Ketua Panitia Khitanan BRIlian bersama Langgar Wakaf Mas’adah, Irfan Zainul Manan, mengatakan kegiatan tersebut bukan kali pertama digelar. Tradisi khitanan massal itu telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Sudah sekitar 40 tahun kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Tujuannya tentu untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan,” kata Irfan.

Peserta tahun ini datang dari sejumlah daerah. Selain Surabaya, terdapat peserta dari Sidoarjo, Pasuruan hingga Madura.

Menurut Irfan, konsep kirab sengaja dibuat untuk mengubah suasana khitan yang selama ini kerap dianggap menegangkan menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Kami ingin anak-anak ini punya kenangan yang indah. Sebelum khitan mereka kami ajak keliling kampung, naik becak dan diiringi drum band. Jadi suasananya lebih ceria dan mereka bisa lebih rileks,” ujarnya.

Selain layanan khitan, panitia juga memberikan doorprize kepada peserta. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Travel Umroh Nur Alesha.

Irfan menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Khitanan ini bukan hanya soal membantu anak-anak menjalani proses khitan, tetapi juga bagaimana kami bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka dan keluarga,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut dapat terus dipertahankan dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Tidak hanya membantu dari sisi pelaksanaan khitan, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian sosial, dan kebersamaan dengan masyarakat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here