SBCNews.id — Polemik hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi perhatian publik setelah video protes peserta viral di media sosial. Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat memanggil pihak SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping untuk membahas persoalan yang muncul usai perlombaan berlangsung.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi sekaligus menjaga transparansi kompetisi akademik. Video yang beredar memicu perdebatan terkait jawaban final peserta dan mekanisme penilaian dewan juri dalam lomba tingkat provinsi itu.
Disdikbud meminta seluruh pihak tetap mengikuti prosedur resmi yang berlaku apabila ingin mengajukan keberatan atau peninjauan ulang hasil perlombaan. Meski pihak sekolah menerima hasil akhir kompetisi, evaluasi dinilai tetap penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pelaksanaan berikutnya.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut kredibilitas ajang pendidikan dan kepercayaan peserta terhadap sistem penilaian lomba yang diharapkan berjalan objektif, transparan, serta adil bagi seluruh peserta.



