SBCNews.id – Sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau lebih awal pada 2026. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya suhu udara, cuaca yang lebih kering, serta minimnya intensitas hujan di beberapa daerah. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fase kemarau mulai terjadi sejak April dan diperkirakan meluas hingga beberapa bulan mendatang.
Kota Surabaya menjadi salah satu wilayah yang paling merasakan dampak perubahan cuaca tersebut. Suhu panas yang menyengat pada siang hari diperparah dengan fenomena urban heat island, yakni peningkatan suhu akibat padatnya bangunan, kendaraan, dan minimnya ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.
Selain Surabaya, sejumlah daerah lain di Jawa Timur juga mulai mengalami kondisi serupa dengan udara terasa lebih gerah dibanding biasanya. BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim kemarau, termasuk risiko kekeringan, kebakaran lahan, hingga gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih.
Masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di bawah terik matahari, serta memperhatikan informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang tahun ini.



