HomeKesehatan106 Ribu Pasien Penyakit Katastropik Kembali Aktif, Mensos Percepat Reaktivasi PBI BPJS...

106 Ribu Pasien Penyakit Katastropik Kembali Aktif, Mensos Percepat Reaktivasi PBI BPJS Kesehatan

SBCNews.id – Pemerintah mempercepat reaktivasi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan bagi masyarakat pengidap penyakit katastropik. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan sedikitnya 106 ribu peserta dengan penyakit berat yang sebelumnya sempat dinonaktifkan kini kembali aktif agar layanan pengobatan tidak terputus.Gus Ipul menegaskan, reaktivasi dilakukan secara otomatis melalui kolaborasi lintas kementerian, yakni BPJS Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat yang terdampak pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).“Reaktivasi otomatis diberikan kepada 106 ribu penderita penyakit katastropik atau kondisi kesehatan serius yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan jangka panjang, seperti penyakit jantung, kanker, stroke, hingga gagal ginjal,” ujar Gus Ipul dalam rapat konsultasi bersama DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026).Ia menjelaskan, pemutakhiran DTSEN dilakukan untuk memastikan bantuan sosial dari negara tepat sasaran, khususnya bagi kelompok miskin dan rentan miskin. Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa dalam masa transisi, perlindungan layanan kesehatan bagi pasien dengan penyakit katastropik tidak boleh terganggu.“Kementerian Sosial terus mendorong pemerintah daerah agar aktif dalam pemutakhiran DTSEN, pengusulan penerima, maupun reaktivasi bantuan sosial,” katanya.Dalam paparannya, Gus Ipul juga mengungkap adanya ketidaktepatan sasaran penerima PBI BPJS Kesehatan. Tercatat lebih dari 15 juta warga yang berada pada desil 6 hingga 10—kelompok masyarakat menengah hingga kaya—masih terdaftar sebagai penerima PBI.“Desil 6 sampai 10 dan non-desil mencapai lebih dari 15 juta jiwa, padahal kelompok ini tergolong mampu,” ujarnya.Sebaliknya, sekitar 54 juta masyarakat yang termasuk dalam desil 1 hingga 5—mulai dari sangat miskin, miskin, hampir miskin, hingga rentan miskin—justru belum terdaftar sebagai penerima PBI BPJS Kesehatan.“Jumlah desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yakni lebih dari 54 juta jiwa,” kata Gus Ipul.Ia menegaskan, penonaktifan kepesertaan PBI yang dilakukan pada tahun lalu merupakan bagian dari upaya penataan agar bantuan negara benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

Sumber: Kompas.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments