SBCNews.id — Pemerintah Provinsi Aceh memastikan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) telah resmi diserahkan kepada Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah awal percepatan pemulihan wilayah pascabencana.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan dokumen tersebut telah disampaikan sejak 3 Februari 2026 dan kini tengah diproses di tingkat nasional.
“Iya benar, pada 3 Februari 2026 lalu, Pemerintah Aceh telah menyampaikan dokumen R3P kepada Pemerintah Pusat,” ujar Muhammad MTA saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, R3P yang telah disahkan oleh Gubernur Aceh, Mualem, memuat data komprehensif mengenai kerusakan, kerugian, serta rencana pemulihan menyeluruh pascabencana. Penyusunan dokumen tersebut melibatkan seluruh level pemerintahan, mulai dari pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, hingga kabupaten/kota.
Seiring diterimanya dokumen R3P, BNPB langsung melakukan verifikasi administratif dan dilanjutkan dengan verifikasi faktual ke lapangan di sejumlah kabupaten dan kota terdampak. Proses ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data yang diajukan dan kondisi riil di lapangan.
“Setelah dokumen R3P diterima, BNPB melakukan verifikasi seluruh dokumen dan kemudian melakukan verifikasi faktual ke lapangan berdasarkan R3P yang kita sampaikan,” jelasnya.
Selain itu, Tim Bappenas RI juga telah turun langsung ke Aceh untuk menggelar rapat koordinasi bersama Tim Pemerintah Aceh. Koordinasi ini dilakukan dalam rangka penyelarasan dokumen R3P sebagai bagian dari persiapan program rehabilitasi dan rekonstruksi nasional.
Berdasarkan hasil verifikasi faktual tersebut, BNPB selanjutnya meneruskan dokumen kepada Bappenas RI. Dari perhitungan dalam dokumen R3P, kebutuhan anggaran pemulihan Aceh pascabencana mencapai Rp153,3 triliun.
Muhammad MTA menambahkan, Gubernur Aceh secara konsisten mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap bersatu demi mempercepat kebangkitan Aceh dari dampak bencana.
“Gubernur selalu berharap agar semua komponen terus bersatu demi Aceh yang lebih baik dan bangkit dari bencana ini. Jika ada informasi terbaru terkait proses ini, nantinya akan segera kami sampaikan,” pungkasnya.
Sumber:Kompas.com



