HomeEkbisRedam Kekhawatiran Pasar, Luhut Minta Maaf ke Investor Global dan Sodorkan Stimulus...

Redam Kekhawatiran Pasar, Luhut Minta Maaf ke Investor Global dan Sodorkan Stimulus Ekonomi

SBCNews.id— Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para investor dan manajer investasi global di Singapura. Langkah ini diambil menyusul kondisi pasar keuangan tanah air yang sempat bergejolak akibat tekanan sentimen geopolitik global dan lonjakan harga minyak dunia.

Dalam sebuah video pertemuan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Luhut menyampaikan empati kepada para pelaku pasar yang ikut terkena dampak negatif dari dinamika ekonomi di Indonesia belakangan ini.

“Mengingat kita memiliki beberapa masalah di sini dan di sana, dan saya minta maaf juga, mungkin beberapa dari Anda memiliki dampak negatif karena situasi ini,” ujar Luhut dengan terbuka.

Fundamental Ekonomi Diklaim Tetap Kokoh

Meski pasar keuangan sedang dinamis, Luhut meyakinkan para investor global bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang tangguh. Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia tercatat masih mampu tumbuh cepat di level 5,61%.

Selain itu, jangkar makroekonomi seperti inflasi domestik masih berada di koridor yang aman, yakni di angka 2,4%. Luhut menegaskan bahwa pemerintah bekerja keras menjaga stabilitas harga meski dibayangi oleh gejolak harga minyak mentah dunia.

“Tapi saya juga bisa memberitahu Anda, inflasi kita masih bisa dikelola dengan baik, kira-kira di 2,4%. Kita berusaha untuk tidak menurun,” bebernya di hadapan para investor.

Usulkan Stimulus Pasca-Juli ke Presiden Prabowo

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, Luhut bergerak cepat dengan memberikan rekomendasi strategis kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menggarisbawahi adanya potensi rambatan (spillover effect) dari kenaikan harga minyak terhadap harga barang-barang pokok yang diprediksi mulai terasa pada bulan ini atau awal bulan depan.

Luhut mewanti-wanti agar pemerintah bersiap menghadapi potensi kenaikan inflasi, terutama setelah bulan Juli 2026. Untuk membentengi ekonomi domestik, ia mengusulkan agar pemerintah kembali menggelontorkan insentif fiskal.

“Tapi saya juga ingatkan kepada presiden, kita harus melihat dengan jelas setelah Juli. Jadi, kita juga harus mempersiapkan stimulus untuk menjaga ekonomi kita, karena kita mengerti dampak harga minyak pada ekonomi kita, pada barang,” pungkas Luhut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here