SBCNews.id – Keamanan sistem peringatan dini bencana kembali terancam. Sejumlah komponen alat pemantau aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Stasiun Pemantauan Kopirejo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, dilaporkan raib diduga akibat dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Hilangnya perangkat vital tersebut terdeteksi pertama kali pada 16 April 2026, setelah petugas mendapati aliran data perkembangan aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut berhenti secara mendadak.
Kronologi Penemuan
Kecurigaan petugas bermula saat sinyal dari Stasiun Kopirejo tidak lagi masuk ke pusat data. Merespons hal tersebut, tim dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru segera melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pemantauan.
“Petugas kami melakukan pengecekan ke Stasiun Pemantau Kopirejo dan mendapati sejumlah komponen perangkat keras serta instalasi alat pemantau sudah hilang,” ujar Petugas Pengamat PGA Semeru, Liswanto, Sabtu (25/4/2026).
Bukan Kejadian Pertama
Aksi pencurian fasilitas publik ini ternyata bukan kali pertama terjadi. Liswanto membeberkan bahwa kejadian serupa pernah menimpa stasiun pemantau di Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada tahun 2024 silam, di mana empat unit akumulator raib digondol pencuri.
Pemantauan Dipastikan Tetap Aman
Meski kehilangan perangkat penting, pihak PGA Semeru mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Meski data dari titik Kopirejo sempat terhenti, sistem pemantauan Gunung Semeru secara keseluruhan diklaim masih terkendali.
”PEMANTAUAN TIDAK TERPENGARUH,KARENA MASIH BISA DARI STASIUN YANG LAIN.SEJAUH INI MASIH BERJALAN,”TEGAS LISWANTO.Hingga saat ini, pihak terkait sedang melakukan investigasi lebih lanjut dan berupaya melakukan perbaikan instalasi agar pemantauan dari Stasiun Kopirejo dapat kembali berfungsi normal demi menjamin keselamatan warga di sekitar lereng Semeru.



