SBCNews.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dengan menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan hingga 27 persen di level manajerial pada tahun 2030.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menekankan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar agenda sosial, melainkan fondasi penting dalam membangun organisasi yang inklusif dan inovatif.
“Kami percaya perempuan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Yang dibutuhkan adalah kesempatan yang setara untuk berkembang dan mengambil peran strategis dalam kepemimpinan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Saat ini, TelkomGroup mencatat progres yang cukup signifikan. Pada 2025, perempuan telah mencakup 31,7 persen dari total karyawan, dengan 21 persen di antaranya menempati posisi manajerial. Di tingkat yang lebih spesifik, keterwakilan perempuan di manajemen senior mencapai 14 persen, manajemen madya 23,2 persen, dan level pengawas sebesar 33,4 persen.
Ke depan, perusahaan pelat merah tersebut menargetkan peningkatan lebih lanjut, yakni 32 persen perempuan dari total karyawan serta 27 persen di posisi manajerial pada 2030. Target ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan strategis.
Tak hanya dari sisi jumlah, TelkomGroup juga mendorong keterlibatan perempuan di sektor-sektor kunci. Saat ini, partisipasi perempuan tercatat sebesar 8,3 persen pada fungsi penghasil pendapatan (revenue-generating function) dan 8,1 persen di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
Menurut Dian, era digital membuka peluang besar bagi perempuan untuk berkembang, terutama melalui akses terhadap teknologi dan informasi. “Konektivitas menjadi jembatan penting agar perempuan semakin berdaya dan mampu bersaing,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, TelkomGroup menghadirkan berbagai fasilitas ramah perempuan, seperti layanan penitipan anak (daycare) dan ruang laktasi, guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan produktif.
Komitmen ini juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan melalui program GoZero—Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pada pilar pemberdayaan sumber daya manusia. Selain itu, Telkom terus memperkuat implementasi prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) secara terukur dan berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, Telkom berharap dapat tidak hanya meningkatkan representasi perempuan, tetapi juga menciptakan ekosistem kerja yang adil, inovatif, dan berdaya saing di era transformasi digital.
