SBCNews.id — Upaya menghidupkan geliat ekonomi di kawasan rest area terus dilakukan PT Hutama Karya (HK). Salah satunya dengan memberikan potongan harga sewa hingga 50 persen bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin membuka usaha di rest area Tol Bengkulu–Taba Penanjung.
Kepala Regional Sumbagsel Divisi Operasi dan Pemeliharaan HK, Arief Yeri Krisnanto, mengungkapkan bahwa insentif tersebut telah diberikan sebelumnya untuk periode tertentu dan masih terbuka bagi pelaku usaha yang berminat.
“Jika ada yang minat, kita juga bisa memberikan diskon sewa. Bahkan sebelumnya ada diskon hingga 50 persen,” ujarnya di Bengkulu, Senin.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Dari total 34 unit tenant yang tersedia di rest area KM 5 A dan B, baru tiga unit yang terisi. Rendahnya tingkat okupansi ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi ekonomi yang bisa tumbuh dari aktivitas di rest area tersebut.
HK pun membuka peluang seluas-luasnya bagi UMKM lokal untuk bergabung. Selain diskon, tarif sewa yang ditawarkan tergolong terjangkau, yakni sekitar Rp900 ribu per bulan. Harapannya, kebijakan ini mampu menarik lebih banyak pelaku usaha untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia.
Di sisi lain, lalu lintas kendaraan di ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung menunjukkan tren peningkatan. Puncaknya terjadi pada 24 Maret, dengan jumlah kendaraan mencapai 5.893 unit per hari—lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, peningkatan trafik tersebut belum berdampak signifikan terhadap kunjungan ke rest area. Rata-rata hanya sekitar 70 kendaraan per hari yang singgah, angka yang dinilai masih jauh dari optimal.
HK melihat kondisi ini sebagai peluang. Kehadiran UMKM dengan ragam produk dan layanan diharapkan mampu meningkatkan daya tarik rest area, sehingga pengguna jalan tol terdorong untuk berhenti dan beristirahat.
Ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung sendiri memiliki panjang 17 kilometer dan merupakan bagian dari pengembangan Jalan Tol Trans Sumatra di wilayah Bengkulu.
Sementara itu, kelanjutan pembangunan tol yang menghubungkan Bengkulu menuju Kepahiang hingga kini masih belum dapat dipastikan, menambah tantangan dalam pengembangan infrastruktur di kawasan tersebut.



