SBCNews.id – Denyut arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di Terminal Purabaya. Terminal yang terletak di Desa Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini bersiap menghadapi lonjakan penumpang yang diprediksi meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purabaya, Verie Sugiharto, memastikan seluruh jajaran telah mematangkan persiapan demi menjamin kenyamanan dan keamanan pemudik.
“Kenaikan penumpang diprediksi sekitar 18 persen. Kami berkomitmen memberikan kenyamanan layanan agar penumpang tidak terlantar,” ujar Verie, Kamis (26/2/2026).
Pada periode angkutan Lebaran yang ditetapkan mulai H-8 hingga H+8 Hari Raya Idul Fitri, Terminal Purabaya diperkirakan melayani 538.778 penumpang. Jika Lebaran jatuh pada 21 Maret 2026, maka masa angkutan berlangsung sejak 13 hingga 29 Maret 2026.
Proyeksi tersebut disusun berdasarkan analisis tren pergerakan penumpang harian dan evaluasi arus mudik tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya jumlah penumpang yang melonjak, intensitas pergerakan bus juga dipastikan meningkat tajam.
Rinciannya, rata-rata 2.000 armada bus diperkirakan tiba dan berangkat setiap hari. Sekitar 1.100 bus akan memadati area kedatangan, sementara 1.200 bus disiagakan di area keberangkatan.
Pada puncak arus mudik, jumlah penumpang harian diprediksi mencapai 25.000 orang di kedatangan dan 43.000 orang di keberangkatan. Angka yang menegaskan status Purabaya sebagai salah satu simpul transportasi tersibuk di Indonesia Timur.
Selain kesiapan operasional, pengelola terminal menaruh perhatian serius pada praktik percaloan tiket yang kerap meresahkan penumpang saat musim mudik.Petugas keamanan bersama personel dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia akan meningkatkan patroli dan mobilitas pengawasan di seluruh area terminal.
“Jika belum paham jurusan, minta petugas berseragam dinas atau keamanan untuk mengantar beli tiket. Jangan bertransaksi dengan orang yang tidak resmi,” tegas Verie.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan suasana mudik yang lebih tertib, aman, dan transparan bagi seluruh calon penumpang.
Terkait tarif, pengelola memastikan bus kelas Ekonomi (AKDP) tetap mengikuti ketentuan pemerintah dan tidak dikenakan tuslah. Sementara itu, untuk bus non-ekonomi seperti Patas, Executive, hingga Sleeper, harga tiket disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan otobus (PO).
Kebijakan tersebut dinilai tetap memberikan ruang bagi mekanisme pasar, sekaligus menjaga keterjangkauan bagi masyarakat pengguna layanan ekonomi.
Disamping itu pengelola terminal turut membagikan sejumlah tips agar perjalanan mudik berjalan lancar:
- Datang lebih awal untuk menghindari kepadatan di lobi utama.
- Beli tiket hanya di loket resmi atau aplikasi daring yang bekerja sama dengan PO bus.
- Manfaatkan Pusat Layanan Informasi di lobi utama jika membutuhkan bantuan.
- Awasi barang bawaan dan hindari membawa muatan berlebihan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Terminal Purabaya optimistis dapat mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
