SBCNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Jumat.
Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Ranika menjelaskan secara umum terdapat daerah konvergensi yang memanjang di Samudra Hindia barat daya Banten, Samudra Pasifik timur laut Papua, Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga pesisir selatan DIY, pesisir selatan Pulau Sumbawa hingga Laut Sawu, serta di wilayah Laut Flores dan Laut Arafuru.
Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilalui konvergensi maupun konfluensi.
BMKG memprakirakan sejumlah kota besar berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, antara lain Bandar Lampung, Surabaya, Tanjung Selor, Denpasar, Mamuju, Makassar, dan Merauke.
Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, Bengkulu, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Palangka Raya, Samarinda, Banjarmasin, Mataram, Kupang, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, dan Jayawijaya.
Adapun sejumlah kota lainnya diperkirakan hanya mengalami kondisi berawan, seperti Pekanbaru, Jambi, Serang, Pontianak, Ambon, dan Jayapura.
Sebelumnya, pada Rabu (25/2), BMKG juga mengingatkan pelaku pelayaran kapal logistik dan nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga empat meter di perairan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 25–28 Februari 2026.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menyatakan peringatan dini tersebut merupakan langkah mitigasi guna meminimalkan risiko kecelakaan laut akibat peningkatan tinggi gelombang. Gelombang setinggi 2,50–4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Bali, NTB hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta memperbarui informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
