HomeEkbisRupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Sempat Bangkit ke Zona Hijau

Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Sempat Bangkit ke Zona Hijau

SBCNews.id – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Jumat (20/2/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka di level Rp16.913 per dolar AS, melemah 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.894 per dolar AS.

Dengan pelemahan tersebut, mata uang Garuda tercatat turun selama empat hari perdagangan berturut-turut. Tekanan terjadi di tengah sentimen global yang masih dibayangi penguatan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian eksternal.

Namun, rupiah berhasil memangkas pelemahan dan berbalik menguat pada sesi pagi. Hingga pukul 10.03 WIB, rupiah berada di posisi Rp16.883 per dolar AS atau naik tipis 0,07 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpotensi tertekan seiring berlanjutnya penguatan dolar AS.

Menurut dia, penguatan dolar didorong rilis sejumlah data ekonomi AS yang lebih solid dari perkiraan, serta pernyataan pejabat bank sentral AS yang kembali bernada hawkish. Sikap ketat tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang tetap tinggi.

“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang melanjutkan penguatan oleh data-data ekonomi yang lebih kuat dan pejabat-pejabat The Fed yang kembali memberikan pernyataan hawkish,” ujar Lukman.

Di sisi lain, meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait tensi antara AS dan Iran, turut menekan mata uang negara berkembang. Dalam situasi risk off, pelaku pasar cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven dan dolar AS.

“Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah–Iran juga menekan mata uang berisiko seperti rupiah,” tambahnya.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, pergerakan rupiah dalam jangka pendek diperkirakan berada di kisaran Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here