HomeEkbisHarga Cabai Rawit di Bangkalan Meroket Jelang Ramadhan, Pedagang dan Pembeli Terpukul

Harga Cabai Rawit di Bangkalan Meroket Jelang Ramadhan, Pedagang dan Pembeli Terpukul

SBCNews.id — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, lonjakan harga salah satu kebutuhan pokok paling dibutuhkan masyarakat, cabai rawit merah, benar-benar terasa “pedas” di pasaran tradisional Kabupaten Bangkalan. Di tengah meningkatnya permintaan, harga komoditas ini kini meroket hingga sekitar Rp 95.000 per kilogram, jauh di atas harga normal beberapa pekan lalu.

Pantaun di sejumlah pasar rakyat menunjukkan tren kenaikan yang terus berlanjut. Sejumlah pedagang mengaku bahwa harga cabai rawit yang sebelumnya sekitar Rp 60.000 per kilogram kini naik drastis, menyusul permintaan yang tinggi dari masyarakat yang mulai menyiapkan stok kebutuhan memasuki bulan puasa.

“Kenaikan ini pelan tapi pasti, bahkan yang kualitas bagus sekarang sudah hampir Rp 95 ribu per kilo,” ujar salah seorang pedagang di pasar Bangkalan. Lonjakan harga ini pun dirasakan langsung oleh pembeli rumah tangga yang biasa mengandalkan cabai sebagai bahan penting dalam masakan sehari-hari.

Permintaan Tinggi dan Fenomena Musiman
Para pedagang menjelaskan bahwa fenomena kenaikan harga cabai rawit menjelang Ramadhan bukan hal baru. Setiap tahun, tren serupa sering terjadi karena masyarakat cenderung meningkatkan pembelian stok bahan pokok saat bulan puasa semakin dekat, sehingga tekanan permintaan mengejar pasokan.

Hal ini diperparah oleh kondisi pasokan yang terkadang tidak cukup cepat mengikuti lonjakan kebutuhan di pasar lokal. Dalam beberapa kasus, distribusi yang tertunda dan biaya logistik turut disebut sebagai faktor yang membuat harga tidak turun dengan cepat meskipun permintaan sempat stabil.

Dampak pada Rumah Tangga dan Upaya Pemerintah
Kenaikan harga cabai rawit hingga hampir Rp 100 ribu per kilogram memberikan tekanan bagi ibu rumah tangga dan keluarga menengah ke bawah, yang harus menyesuaikan anggaran belanja bulanan mereka. Beberapa konsumen mengeluhkan bahwa belanja bulanan kini membebani lebih besar karena kenaikan harga komoditas pokok ini.

Menanggapi gejolak harga pangan ini, pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau serta melaksanakan sejumlah upaya stabilisasi harga, termasuk operasi pasar dan penguatan distribusi dari pusat produksi ke pasar utama. Langkah ini diharapkan dapat membantu menekan lonjakan harga yang terlalu ekstrem selagi stok kebutuhan pokok masih tersedia menjelang Ramadhan.

Sumber:KOMPAS.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here