HomeEkbisHarga Tanah di Kawasan Elite Jakarta Tembus Rp 120 Juta per Meter,...

Harga Tanah di Kawasan Elite Jakarta Tembus Rp 120 Juta per Meter, Warga Menjerit

SBCNews.id – Memiliki rumah di kawasan elite Jakarta kini semakin sulit dijangkau masyarakat umum. Harga tanah yang terus melambung membuat hanya kalangan tertentu atau yang kerap disebut “sultan” mampu membelinya.
Head of Research & Consultancy PT Leads Property Service Indonesia, Martin Hutapea, mengungkapkan bahwa harga tanah di sejumlah wilayah premium Ibu Kota telah mencapai level ekstrem. Beberapa kawasan dengan banderol tertinggi antara lain Menteng, Darmawangsa, dan Pondok Indah.
“Tanah hunian mahal ekstrem itu Menteng, kemudian Darmawangsa, lalu Pondok Indah,” ujar Martin saat dihubungi, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, harga tanah di Pondok Indah saat ini berada di kisaran Rp 40–45 juta per meter persegi. Sementara di Darmawangsa mencapai Rp 60–80 juta per meter persegi. Kawasan Senopati bahkan menembus Rp 80–100 juta per meter persegi. Adapun Menteng menjadi wilayah residensial termahal dengan harga Rp 90–120 juta per meter persegi.
Tingginya harga tanah di kawasan tersebut, kata Martin, tidak lepas dari perencanaan awal yang memang ditujukan untuk masyarakat menengah ke atas. Karakter lingkungan yang eksklusif membuat nilai properti terus meningkat.
“Komunitasnya kalangan atas, sehingga penetapan nilai propertinya juga harus mahal, di atas rata-rata kawasan lain,” jelasnya.
Selain faktor segmentasi pasar, keterbatasan lahan turut memengaruhi harga. Sebagian besar kawasan elite di Jakarta telah berkembang sejak puluhan tahun lalu, sehingga sangat sedikit lahan kosong yang tersedia.
“Yang sering terjadi sekarang itu renovasi, dihancurkan lalu dibangun kembali oleh pemilik lama,” tambahnya.
Bahkan, beberapa sisa lahan di wilayah seperti Pondok Indah masih belum terjual. Hal ini diduga karena harganya sudah dianggap terlalu tinggi, sehingga calon pembeli memilih mencari alternatif di wilayah lain.
Meski begitu, Martin menegaskan bahwa peminat dari kalangan mampu tetap ada. Namun, jumlahnya tidak sebanding dengan masyarakat Jakarta secara keseluruhan.
“Yang sanggup beli di Menteng atau Darmawangsa memang ada, tapi tidak semua masyarakat mampu,” tuturnya.
Sebagai alternatif, masyarakat dapat melirik kawasan seperti Cilandak, Cipete, dan Jagakarsa. Di wilayah tersebut, harga tanah masih relatif terjangkau, berkisar Rp 25–30 juta per meter persegi, bahkan ada yang bisa dinegosiasikan hingga Rp 15 juta per meter persegi.
“Masih ada lahan kosong di Jagakarsa, Cilandak, atau Cipete yang harganya lebih masuk akal,” pungkasnya.
Dengan kondisi ini, kepemilikan tanah di kawasan elite Jakarta kian menjadi simbol status sekaligus tantangan besar bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian di pusat ibu kota

Sumber:Detik.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments