SBCNews.id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan delapan poin penting sebagai arah kebijakan bagi TNI dan Polri dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri Tahun 2026 yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin. Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dan dirangkum oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.Rapim TNI-Polri merupakan agenda tahunan yang biasanya dilaksanakan secara bergantian di markas TNI atau Polri. Namun, Rapim tahun ini mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya digelar di Istana Merdeka, menandai kuatnya perhatian Presiden terhadap peran strategis aparat pertahanan dan keamanan negara.Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh prajurit TNI-Polri, khususnya atas kecepatan dan kesiapsiagaan dalam menangani berbagai bencana di seluruh wilayah Indonesia. Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat kekompakan dan sinergitas TNI-Polri dari tingkat pimpinan hingga prajurit di lapangan, terutama di wilayah Sumatra.Poin ketiga, Presiden meminta seluruh jajaran TNI dan Polri untuk senantiasa siap, sigap, dan cepat membantu rakyat kapan pun dan di mana pun. Hal tersebut, menurut Presiden, merupakan bentuk nyata dari kepercayaan rakyat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.Selanjutnya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas peran aktif TNI-Polri dalam mengawal dan mendukung berbagai program strategis pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, program kedaulatan pangan dan energi, hingga pembangunan jembatan desa yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.Dalam arahan kelima, Presiden menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tegas tanpa pandang bulu. Poin keenam, Presiden meminta TNI-Polri bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) mulai dari lingkungan perkantoran hingga kawasan pemukiman.Poin ketujuh menyoroti pentingnya menjaga seluruh sumber daya alam Indonesia dari segala bentuk pelanggaran dan eksploitasi ilegal oleh pihak mana pun. Sementara pada poin terakhir, Presiden kembali mengingatkan agar TNI-Polri selalu menjaga kesiapsiagaan dalam bertugas.“Kapan pun warga membutuhkan bantuan, maka saat itulah TNI-Polri harus langsung turun membantu,” tegas Presiden Prabowo sebagaimana disampaikan kembali oleh Seskab Teddy.Teddy menambahkan, Rapim TNI-Polri 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat visi bersama antara pemerintah dan aparat TNI-Polri dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memastikan seluruh program strategis pemerintah dapat berjalan cepat, tepat, dan efektif.Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah menteri dan pejabat negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN M. Herindra, Menko Polkam Djamari Chaniago, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Sumber: Antara



