SBCNews.id — Momentum Tahun Baru Imlek 2026 menjadi sentimen awal yang menopang prospek kinerja PTErajaya Swasembada Tbk. (ERAA) pada kuartal I/2026, di tengah pola konsumsi masyarakat yang dinilai semakin stabil dan rasional.
Head of Legal Counsel & Corporate Affairs Erajaya Group, Amelia Allen, menilai aktivitas belanja menjelang Imlek tahun ini tetap menunjukkan peningkatan dibandingkan periode normal, khususnya pada produk yang berkaitan dengan gifting, teknologi, dan gaya hidup. Meski demikian, pola belanja berlangsung lebih bertahap dan terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.
“Imlek masih berperan sebagai pembuka ritme penjualan awal tahun ERAA. Secara historis, periode ini memberikan kontribusi yang cukup berarti terhadap kinerja kuartal I, meski sifatnya bertahap dan tidak berdiri sendiri,” ujar Amelia, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, perubahan perilaku konsumen mendorong penjualan yang lebih terdistribusi sepanjang kuartal. Kondisi tersebut sejalan dengan strategi perseroan yang kini lebih selektif dalam pengelolaan promosi serta kurasi produk.
Dari sisi produk, peningkatan permintaan tercatat pada smartphone, aksesoris, wearable, hingga kategori sports lifestyle, seiring meningkatnya adopsi teknologi dan gaya hidup aktif. Selain itu, segmen food and beverage (F&B) dalam format hampers turut memberikan tambahan kontribusi musiman.
Untuk menjaga momentum, ERAA mengandalkan strategi kesiapan stok, optimalisasi kanal omnichannel, serta penyesuaian komunikasi pemasaran agar relevan dengan dua momentum besar yang berdekatan, yakni Imlek dan Ramadan.
“Dengan jarak Imlek dan Ramadan yang relatif berdekatan tahun ini, kami melihat adanya potensi kelanjutan aktivitas belanja yang dapat mendukung stabilitas kinerja sepanjang kuartal I/2026,” lanjut Amelia.
Perseroan juga menerapkan pendekatan terukur dengan memastikan portofolio produk dan layanan tetap relevan dengan kebutuhan konsumen selama periode musiman. Hal ini diwujudkan melalui pengembangan variasi produk seperti hampers dan gift set dari merek F&B maupun groceries untuk mendukung kebutuhan gifting.
Di sisi lain, ERAA tetap mencermati dinamika daya beli masyarakat yang semakin selektif. Kontribusi Ramadan dan Lebaran pun diposisikan sebagai bagian dari siklus bisnis tahunan, tanpa menggantungkan kinerja perseroan pada satu momentum tertentu.
“Fokus kami adalah membangun pertumbuhan yang berimbang dan berkelanjutan sepanjang tahun dengan mengedepankan relevansi penawaran, kualitas pelayanan, serta disiplin operasional,” tegasnya.
Sebagai catatan, ERAA membukukan laba bersih sebesar Rp785,6 miliar pada kuartal III/2025, sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp791,2 miliar.
Sumber: Bisnis.com



