HomeEkbisPajak Avanza di Indonesia Jauh Lebih Mahal Dibanding Malaysia dan Thailand

Pajak Avanza di Indonesia Jauh Lebih Mahal Dibanding Malaysia dan Thailand

SBCNews. Id– Pajak kendaraan bermotor di Indonesia kembali menjadi sorotan. Pasalnya, besaran pajak mobil jenis Toyota Avanza di Tanah Air mencapai sekitar Rp 5 juta per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia yang hanya sekitar Rp 600 ribu, serta Thailand yang berkisar Rp 150 ribu.Kondisi ini dinilai membuat harga mobil di Indonesia menjadi tidak kompetitif.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut tingginya pajak menjadi salah satu faktor utama rendahnya rasio kepemilikan mobil di dalam negeri.Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengatakan bahwa potensi pasar otomotif Indonesia sebenarnya sangat besar. Namun, mahalnya pajak menjadi penghambat utama pertumbuhan industri.“Kalau kita lihat potensi kita itu besar.

Penduduk kita sampai 280 juta, tapi rasio kepemilikan mobil masih rendah. Salah satu penyebabnya karena pajak kita paling mahal di Asia Tenggara,” ujar Kukuh dalam diskusi Evolution Indonesia Forum di Jakarta, Selasa (3/2/2026).Kukuh menjelaskan, tingginya pajak membuat harga mobil melonjak jauh dari harga produksi. Ia mencontohkan, sebuah mobil yang keluar dari pabrik dengan harga Rp 100 juta bisa dibeli konsumen hingga Rp 150 juta.“Artinya, sekitar Rp 50 juta itu adalah pajak. Kalau pajaknya bisa disederhanakan, dampaknya akan besar bagi industri, baik ke hulu maupun ke hilir,” jelasnya.Lebih lanjut,

Kukuh mengungkapkan bahwa penjualan mobil di Indonesia mengalami stagnasi selama lebih dari satu dekade. Sejak era Low Cost and Energy Efficient Vehicle (LCEV) pada 2013, pangsa pasar sempat mencapai 22 persen, namun turun menjadi 15 persen pada 2025.Menurutnya, jika pajak kendaraan dapat ditekan, daya beli masyarakat akan meningkat dan berdampak positif terhadap pasar otomotif nasional.“Kalau makin banyak orang mampu beli mobil karena pajaknya murah, pasar kita sebenarnya sudah swasembada. Bahkan bisa tembus 2 sampai 3 juta unit per tahun.

Ini potensi yang luar biasa,” kata Kukuh.Gaikindo berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan perpajakan kendaraan bermotor. Dengan pajak yang lebih ringan, industri otomotif nasional dinilai dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian

sumber:Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here