SBCNews.id-Aksi cepat dan terkoordinasi kembali ditunjukkan TNI Angkatan Laut dalam operasi kemanusiaan di laut. Sebanyak 18 Anak Buah Kapal (ABK) KM Puji Manunggal Sejati berhasil diselamatkan setelah kapal ikan tersebut tenggelam di tengah cuaca ekstrem di perairan Masalembo, Rabu (21/1/2026).
Insiden bermula saat kapal ikan berkapasitas 88 GT asal Juwana, Pati, Jawa Tengah itu dilaporkan mengalami kebocoran serius pada lambung kiri akibat gelombang tinggi. Saat kejadian sekitar pukul 10.30 WIB, kapal yang dinakhodai Budi Wahyudi tengah berlayar menuju area tangkap di Laut Arafuru. Kondisi semakin kritis hingga pemilik kapal segera meminta bantuan kepada TNI Angkatan Laut melalui Koarmada II dan Kodaeral V.
Merespons laporan darurat tersebut, Kodaeral V langsung melakukan plotting koordinat dan pemantauan lalu lintas maritim. Dari hasil pantauan Marine Traffic, KM Egon terdeteksi sebagai kapal terdekat dari lokasi kejadian. Komandan Kodaeral V, Laksda TNI Ali Triswanto, segera menginstruksikan jajarannya berkoordinasi dengan Syahbandar Masalembo untuk menghubungi KM Egon melalui radio agar melaksanakan operasi SAR.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan nyawa para ABK. Begitu laporan diterima, seluruh instrumen pemantauan maritim langsung digerakkan untuk mencari unsur terdekat di lokasi,” ujar Ali Triswanto. Ia menegaskan, sinergi antara TNI AL, KSOP, dan kapal sipil menjadi kunci keberhasilan evakuasi sebelum kapal tenggelam sepenuhnya.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis di tengah cuaca buruk. Pada pukul 17.11 WIB, seluruh ABK KM Puji Manunggal Sejati berhasil dievakuasi ke atas KM Egon dalam kondisi selamat. Korban selamat terdiri dari Nakhoda Budi Wahyudi, Kepala Kamar Mesin M. Abdul Halim, serta 16 ABK lainnya yang kini dalam pelayaran menuju Surabaya.
Sebagai tindak lanjut, Kodaeral V menyiapkan Tim Dukungan Kesehatan (Dukes) di Dermaga Jamrud Selatan untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan medis awal. “Kami ingin memastikan kondisi fisik dan psikis para korban stabil setibanya di Surabaya,” tambahnya.
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut dalam menjaga keselamatan pelayaran di wilayah yurisdiksi nasional. Komandan Kodaeral V pun mengimbau para pelaku pelayaran agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintas di perairan Masalembo yang dikenal rawan cuaca ekstrem. “Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (*)



