HomeEkbisMensesneg Ajak Publik Optimistis IHSG Bangkit, Pasar Saham Masih Tertekan di Awal...

Mensesneg Ajak Publik Optimistis IHSG Bangkit, Pasar Saham Masih Tertekan di Awal Perdagangan

SBCNews.id — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengajak publik untuk tetap optimistis terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), meskipun pasar saham mengalami tekanan tajam pada awal perdagangan pekan ini, Senin (2/2/2026).

Di hadapan peserta acara di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Prasetyo menyampaikan keyakinannya bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk kembali menguat setelah mengalami kejatuhan signifikan pada pekan lalu.

Bismillah hari ini bisa naik. Kita harus optimis, kita harus yakin. Ini untuk kepentingan kita semua,” ujar Prasetyo.

Menurut dia, optimisme tersebut didorong oleh langkah-langkah perbaikan di sektor pasar modal, termasuk adanya pengunduran diri pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Prasetyo menilai momentum ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pasar saham nasional.

“Keputusan ini menjadi bagian dari reformasi agar pasar saham Indonesia lebih terbuka, transparan, dan kredibel, sehingga memiliki kelas setara dengan bursa-bursa dunia,” kata Prasetyo.

Pemerintah, lanjutnya, juga tengah menyiapkan sejumlah penyempurnaan regulasi sesuai arahan Presiden guna kembali mendorong kepercayaan investor dan menguatkan fondasi pasar modal dalam negeri.

Namun demikian, optimisme tersebut belum tercermin dalam pergerakan IHSG pada pagi hari. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka melemah tajam. Hingga pukul 09.20 WIB, IHSG tercatat turun 4,28 persen atau 356,85 poin ke level 7.972,76.

IHSG sempat dibuka di posisi 8.306,16, bergerak fluktuatif dengan level tertinggi 8.313,06 dan terendah 7.904,17. Tekanan jual juga melanda indeks-indeks utama lainnya. LQ45 turun 3,26 persen ke level 806,33, sementara KOMPAS100 melemah 4,61 persen menjadi 1.111,47.

Koreksi tajam turut terjadi pada indeks saham syariah. Jakarta Islamic Index (JII) anjlok 6,11 persen ke posisi 524,17, sedangkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 5,56 persen menjadi 281,18. Indeks lainnya seperti IDX30, JII70, dan IDX80 juga tercatat berada di zona merah.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG saat ini berada di fase akhir gelombang koreksi dalam analisis gelombang Elliott. Dengan kondisi tersebut, investor diminta tetap mencermati potensi koreksi lanjutan.

“IHSG masih berpeluang bergerak korektif di area 7.945 hingga 8.189,” ujarnya.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati respons investor terhadap langkah reformasi yang dijanjikan pemerintah, serta stabilitas kebijakan otoritas pasar modal dalam memulihkan kepercayaan pasar.

Sumber: Kompas.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments