SBCNEWS.id – Dilansir dari ANTARA, Pemkab Blitar menyalurkan 444 unit life jacket sebagai bagian dari upaya memperkuat keselamatan masyarakat yang beraktivitas di penyeberangan Sungai Brantas, wisata air, maupun sektor perikanan.
Keselamatan warga yang beraktivitas di perairan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Blitar. Sebanyak 444 unit baju pelampung atau life jacket disalurkan kepada masyarakat yang terlibat dalam aktivitas penyeberangan, wisata air, hingga kelompok nelayan.
Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Timur. Penyaluran perlengkapan keselamatan itu diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus menekan risiko kecelakaan di wilayah perairan Kabupaten Blitar.
Bupati Blitar Rijanto mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah kelompok yang sehari-hari berkaitan dengan aktivitas perairan, mulai dari pengelola penyeberangan Sungai Brantas hingga pengelola wisata air dan nelayan.
“Bantuan dari Kementerian Perhubungan melalui BPTD Jawa Timur ini kami serahkan kepada beberapa kelompok yang bergerak di penyeberangan Sungai Brantas, kemudian yang mengelola wisata air, dan juga untuk kepentingan nelayan,” kata Rijanto di Blitar, Kamis (1/10/2026).
Dari total 444 life jacket yang tersedia, sebanyak 224 unit dialokasikan bagi kelompok pengelola penyeberangan Sungai Brantas yang tersebar di 14 titik di wilayah Kabupaten Blitar.
Keberadaan perlengkapan keselamatan tersebut dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang menggunakan jalur penyeberangan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dengan penggunaan alat keselamatan yang memadai, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi kondisi darurat ketika terjadi insiden di perairan.
Rijanto menyebut pemberian life jacket juga menjadi bagian dari langkah mitigasi. Hal itu tidak terlepas dari adanya catatan kecelakaan yang pernah terjadi dalam aktivitas penyeberangan di Sungai Brantas.
“Dengan adanya bantuan pelampung ini harapan kita bisa mengeliminir kecelakaan, bisa mitigasi kecelakaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar Puguh Imam Susanto mengatakan perlengkapan keselamatan menjadi salah satu unsur penting dalam aktivitas transportasi perairan.
Menurutnya, penggunaan life jacket perlu menjadi kebiasaan dalam setiap aktivitas penyeberangan, khususnya di jalur Sungai Brantas yang masih dimanfaatkan masyarakat untuk mobilitas.
“Baju pelampung ini salah satu upaya memperkuat aspek keselamatan dalam aktivitas transportasi perairan,” kata Puguh.
Tidak hanya menyasar pengelola penyeberangan, bantuan juga diberikan kepada kelompok pengelola wisata air dan nelayan. Dengan distribusi tersebut, perlengkapan keselamatan dapat tersedia lebih dekat dengan masyarakat yang memiliki aktivitas rutin di perairan.
Pemkab Blitar berharap pembagian ratusan life jacket tersebut tidak sekadar menjadi bantuan perlengkapan, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan saat berada di perairan.
Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dinilai menjadi kunci untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas penyeberangan dan kegiatan ekonomi yang bergantung pada perairan.



