SBCNews.id-Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam, melontarkan kritik keras terhadap langkah seorang pemuda NU yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya. Menurutnya, pelaporan tersebut terkesan emosional dan tidak didahului pendalaman fakta.
“Langkah itu tindakan emosional yang jauh dari karakter mandiri dan sikap elegan. Sementara apa yang disampaikan Pandji dalam Mens Rea tidak lebih dari upaya mengungkap keganjilan praktik berdemokrasi dan bernegara di Indonesia,” kata Gus Salam, Jumat (9/1/2025).
Gus Salam menilai materi yang dibawakan Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan Mens Rea Stand Up Comedy sarat kritik sosial dengan kemasan humor. Ia menegaskan, isu yang disinggung—termasuk soal NU memperoleh konsesi tambang—bukanlah karangan. “Itu fakta yang bahkan telah lama jadi perbincangan dan lelucon di kalangan Nahdliyyin, terlebih setelah diungkap Prabowo Subianto saat masa pencalonan Capres 2024,” ujarnya.
Dilansir dari Jawa Pos, Mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur itu juga mengakui, di akar rumput masyarakat memang berkembang persepsi bahwa Nahdlatul Ulama terlibat dalam dinamika politik praktis. Persepsi tersebut, kata dia, kerap menjadi bahan perdebatan internal maupun eksternal NU.
“Indikatornya mudah diamati sepanjang 2023–2024, baik menjelang, saat, maupun setelah hajatan Pilpres 2024,” kata Gus Salam.
Karena itu, ia menilai pelaporan terhadap Pandji ke polisi bukan langkah bijak. Seharusnya, uji fakta dan diskursus publik dikedepankan alih-alih kriminalisasi kritik. “Bagi saya, materi Mens Rea mewakili pikiran kritis banyak kalangan—mengungkap fakta ganjil dalam praktik bernegara, bukan fitnah,” tegasnya. (*)



