HomePeristiwaDiduga Catut Nama Presiden Prabowo, Pria “Spiritual Presiden” Terseret Kasus Penipuan dan...

Diduga Catut Nama Presiden Prabowo, Pria “Spiritual Presiden” Terseret Kasus Penipuan dan Pemerasan

SBCNews.id — Nama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diduga dicatut oleh seorang pria yang mengaku sebagai paranormal sekaligus “spiritual Presiden”. Sosok berinisial Romo BSR itu disebut mengklaim memiliki kedekatan khusus dengan Presiden, bahkan mengaku dapat menentukan jabatan strategis di lingkungan negara.

Kasus dugaan penipuan, pemerasan, hingga intimidasi ini mencuat setelah seorang warga Pekanbaru, Riau, bernama Mujizat Tegar Sedayu melaporkan pengalamannya kepada Media Mitra Adhyaksa pada 27 Januari 2026.Klaim Bisa “Atur Jabatan” hingga Akses IstanaDalam pengakuannya, korban menyebut Romo BSR kerap meyakinkan orang dengan mengklaim memiliki akses langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, bahkan disebut dapat berkomunikasi lewat telepon di depan publik.Tak hanya itu, Romo BSR juga diduga menyampaikan bahwa seseorang tidak bisa masuk institusi tertentu atau memperoleh jabatan tanpa melalui dirinya.

Ia bahkan disebut menetapkan “tarif” masuk institusi negara, mulai dari Bintara Rp500 juta, Akpol Rp2,5 miliar, hingga Akmil Rp2,5 miliar, dengan dalih “amanah Presiden”.Aliran Dana dan Komunikasi yang TerputusKorban mengaku telah menyerahkan sejumlah uang, baik secara tunai maupun transfer ke rekening atas nama Bayu Suryo Adiwinata.

Sebagian dana, sekitar Rp300 juta, disebut sempat dikembalikan.Namun setelah itu, komunikasi dengan Romo BSR terputus. Upaya pencarian hingga ke kawasan Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat, berujung pada dugaan intimidasi. Korban mengaku mendapat ancaman tidak langsung yang menyebut dirinya bisa “ditembak” jika datang tidak baik-baik.

Didampingi Oknum yang Mengaku PaspampresHal yang membuat korban semakin yakin adalah keberadaan dua orang yang disebut mengaku sebagai anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang kerap mendampingi Romo BSR.Namun saat dikonfirmasi, korban justru mendapat informasi bahwa Romo BSR sedang berada di luar kota dan tidak dapat ditemui.Desakan PengusutanAtas kejadian ini, korban meminta Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan memberikan klarifikasi terkait dugaan penyalahgunaan nama Presiden serta menelusuri pihak-pihak yang terlibat.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penipuan, pemerasan, dan kemungkinan adanya oknum yang mengatasnamakan institusi negara.“Nama Presiden dan negara tidak boleh dijadikan alat untuk menipu rakyat,” tegas Tegar.Sorotan Wibawa Institusi NegaraKasus ini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut dugaan kerugian materi dalam jumlah besar, tetapi juga berpotensi mencoreng wibawa institusi kepresidenan serta lembaga keamanan negara jika klaim tersebut terbukti tidak benar.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Istana, Paspampres, maupun pihak terduga Romo BSR. Media Mitra Adhyaksa menyatakan masih membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments