SBCNews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Torehan tersebut yakni memborong empat penghargaan sekaligus di Puncak Peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 dengan tema “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045” yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026) yang lalu. Keempat penghargaan dengan menyelamatkan kepingan sejarah tersebut yakni Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026, Simpul Jaringan Terbaik Nasional 5 Tahun Berturut-turut, Pengawasan Kearsipan dengan Predikat AA (Sangat Memuaskan) dan Anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB) untuk Arsip Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Tahun 1931-1995.
Penghargaan bergengsi tersebut diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si yang diserahkan Kepala Arsip Nasional di Arsip Nasional RI, Mego Pinandito. Sementara untuk anugerah Arsip Majelis Agung GKJW diterima Ketua Umum Mahkamah Agung GKJW, Pdt. Natael Hermawan Prianto, S.Si. Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi mengatakan, empat penghargaan yang diraih oleh Provinsi Jawa Timur sejalan dengan visi dan langkah progresif Pemprov Jawa Timur. Dan terbukti, pemerintahan di wilayah ujung timur Pulau Jawa itu meraih predikat Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026.
Dan bahkan, berkat di terimanya penghargaan tersebut mengukuhkan rekor Jawa Timur berhasil membawa pulang penghargaan tersebut untuk kelima kalinya, setelah sebelumnya sukses diraih pada tahun 2021, 2022, 2024, dan 2025.”Urgensi dari dominasi Jawa Timur sebagai Simpul Jaringan Terbaik Nasional ini tidak bisa dipandang sebelah mata,” urainya. Tiat yang pernah menjabat sebagai PJs. Bupati Ngawi tersebut pun menuturkan bahwa di era transformasi digital saat ini, Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) adalah tulang punggung transparansi publik di Jawa Timur.
“Ini membuktikan bahwa sistem tata kelola kearsipannya bukan sekadar tempat penyimpanan berkas saja, melainkan urat nadi informasi dalam menjamin masyarakat bisa mengakses memori kolektif daerah secara cepat, akurat dan terbuka,” terangnya. Tak hanya itu, Jawa Timur juga mampu mempertahankan Predikat “AA” (Sangat Memuaskan) Pengawasan Kearsipan dari tahun ke tahun. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil mempertahankan predikat tersebut dari hasil pengawasan tahun 2025 yang dilakukan oleh ANRI.
Predikat ini merupakan nilai tertinggi dalam standar penilaian pengawasan kearsipan.”Jawa Timur berhasil membuktikan keseriusan, keunggulan dan kepatuhannya dalam menjalankan instrumen pengelolaan arsip sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. Menurut Tiat, indikator utama diterimanya penghargaan tersebut pertama karena terkait digitalisasi kearsipan yang dilakukannya melalui implementasi aplikasi kearsipan berupa Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE). Lalu kedua, aspek pengawasan dan pembinaan terhadap kinerja seluruh Perangkat Daerah dan Lembaga Kearsipan Daerah kabupaten/kota di Jawa Timur.
Ketiga, aspek penyelamatan dan pemanfaatan arsip di Jawa Timur serta keempat aspek ketersediaan SDM yang kompeten dan sarana prasarana di dalam Pengelolaan Arsip.”Mempertahankan predikat terbaik di tingkat nasional selama bertahun-tahun tentu bukan sebuah kebetulan. Keberhasilan ini lahir dari komitmen kuat, dedikasi sumber daya manusia kearsipan, serta inovasi tiada henti yang konsisten diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” terangnya. Berbagai upaya strategis, sebut Tiat, terus digalakkan secara berkesinambungan, mulai dari percepatan alih media (digitalisasi) arsip statis, peningkatan infrastruktur teknologi penyimpanan data yang aman hingga penguatan kompetensi para arsiparis di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Disamping itu, pembinaan yang konsisten kepada lembaga-lembaga pencipta arsip juga menjadi kunci utama agar kualitas pengelolaan kearsipan di Jawa Timur tetap berada pada tingkatan mutu tertinggi secara nasional.”Meraih penghargaan mungkin sulit, tetapi mempertahankannya hingga kelima kalinya membutuhkan napas panjang, konsistensi, dan kerja keras yang luar biasa dari seluruh insan kearsipan di Jawa Timur.
Ini adalah bukti nyata bahwa ekosistem kearsipan kita telah berjalan secara berkelanjutan dan sangat adaptif terhadap kemajuan zaman,”ujarnya.Sementara diterimanya penghargaan MKB untuk Arsip Majelis Agung GKJW Tahun 1931-1995, mantan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim itu menuturkan bahwa yang diraih tahun ini merupakan hasil nyata dari upaya kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Majelis Agung GKJW. “Kami sangat mengapresiasi luar biasa,” ujarnya. Untuk itu, penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan pengusulan dan penyelamatan Khasanah Arsip Majelis Agung GKJW Periode 1931-1995 yang luar biasa. Lebih dari itu, menurut Tiat, arsip tersebut bukan sekadar tumpukan kertas usang, melainkan saksi bisu perjalanan panjang toleransi, dinamika sosial dan perkembangan masyarakat Jawa Timur. Sehingga, pengakuan di tingkat nasional ini memastikan bahwa khasanah sejarah tersebut kini terlindungi secara hukum dan fisik, serta dapat diwariskan sebagai bahan pembelajaran yang berharga bagi generasi mendatang.”Lebih dari itu, khasanah arsip GKJW ini memiliki signifikansi berskala nasional yang sangat krusial,” terangnya. Rekam jejak arsip dinilai tidak hanya memotret sejarah keagamaan saja. Tetapi juga menjadi bukti otentik terjadinya akulturasi budaya lokal dengan nilai-nilai spiritual serta kontribusi nyata komunitas dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pergerakan sosial sejak masa kolonial, kemerdekaan hingga era pembangunan. Pengakuan tersebut menegaskan bahwa jejak sejarah di Jawa Timur adalah kepingan vital yang melengkapi narasi besar tentang kebhinekaan, ketahanan dan peradaban Bangsa Indonesia.”Penghargaan MKB ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyelamatkan narasi-narasi penting yang membentuk identitas bangsa. Kolaborasi dengan Majelis Agung GKJW membuktikan bahwa pelestarian arsip adalah kerja bersama yang membutuhkan sinergi lintas elemen masyarakat,” imbuhnya.Semua itu, sebut Tiat, merupakan prestasi yang diraih menjadi pemicu semangat untuk terus bertransformasi. Apalagi tema yang diusung “Empowering the Future menjadi komitmen Jawa Timur menjadikan arsip sebagai kekuatan utama untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran serta memberdayakan memori masa lalu sebagai pijakan kokoh menyongsong visi Indonesia Emas 2045.(***)



