SBCNews.id — PSSI mulai mematangkan peran dan tanggung jawab pelatih baru Timnas Indonesia yang dalam waktu dekat akan diumumkan secara resmi. Tak hanya membesut tim senior, pelatih anyar itu juga direncanakan memegang kendali penuh Timnas Indonesia U-23 sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang federasi.
Sinyal tersebut disampaikan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) sekaligus anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Sumardji. Ia mengungkapkan, hasil pembahasan internal Exco mengarah pada keputusan satu komando kepelatihan antara tim senior dan kelompok usia U-23.
Menurut Sumardji, skema ini dipilih agar kesinambungan pembinaan berjalan lebih terarah, sekaligus mempermudah proses transisi pemain muda ke level timnas senior. Dengan satu nahkoda, filosofi permainan, pola latihan, hingga pemetaan pemain dapat dilakukan secara menyeluruh dan konsisten.
“Dari hasil diskusi Exco, pelatih baru nanti tidak hanya menangani timnas senior, tetapi juga U-23. Ini bagian dari rencana besar untuk menyatukan pembinaan,” ujar Sumardji di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Dalam perkembangannya, nama John Herdman disebut telah mendapat persetujuan penuh Exco PSSI untuk menempati kursi pelatih kepala Timnas Indonesia. Internal PSSI membenarkan kabar tersebut dan kini tinggal menunggu rampungnya proses administrasi penandatanganan kontrak sebelum Herdman diperkenalkan ke publik.
Selain tugas ganda, pelatih baru Timnas Indonesia juga dibebani target besar jangka panjang, termasuk membawa Merah Putih lolos ke Piala Dunia 2030. Meski demikian, sejumlah pihak menilai fokus pada agenda terdekat tetap krusial agar fondasi tim benar-benar kuat.
Salah satu yang angkat suara adalah mantan kapten Timnas Indonesia yang kini membela Persija Jakarta, Jordi Amat. Ia menilai perjalanan menuju Piala Dunia masih panjang dan tim nasional perlu memprioritaskan target yang lebih dekat.
“Piala Dunia 2030 masih terasa jauh. Meski menjadi target besar, fokus saat ini lebih baik pembinaan untuk menghadapi agenda terdekat seperti Piala AFF 2026 dan Piala Asia 2027,” kata Jordi.
Lebih jauh, Jordi menekankan pentingnya regenerasi sebagai pekerjaan rumah utama pelatih baru. Ia berharap pelatih anyar mampu memberi ruang bagi talenta muda agar siap menjadi tulang punggung tim nasional di masa depan.
“Kami butuh pelatih yang dipercaya semua orang dan bisa mempersiapkan generasi berikutnya dengan baik. Banyak pemain muda yang siap bermain dan harus diberi kesempatan,” pungkasnya.



