HomeNewsKDM Sulap Alun-alun Jadi Kota Tua, Karawang Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Bernuansa...

KDM Sulap Alun-alun Jadi Kota Tua, Karawang Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Bernuansa Sunda

SBCNews.id — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, berencana mengubah konsep alun-alun di sejumlah daerah menjadi kawasan “Kota Tua” bernuansa budaya Sunda. Program tersebut menjadi bagian dari penataan kota dan kabupaten di jalur Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.

Salah satu wilayah yang masuk dalam rencana penataan ialah sepanjang Jalan Tuparev, Kabupaten Karawang. KDM mengatakan kawasan tersebut akan diperbaiki mulai dari infrastruktur jalan, trotoar, hingga taman kota agar lebih nyaman dan memiliki nilai budaya yang kuat.

“Bersama Pak Bupati kita akan melakukan perbaikan infrastruktur, termasuk jalan, trotoar dan taman di sepanjang rute kirab,” ujar Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu, kawasan tersebut nantinya juga akan dihiasi batu tulis berisi pesan-pesan cinta dan nilai kehidupan khas Sunda. Konsep itu disiapkan untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menghadirkan suasana wisata sejarah dan romantisme masa lalu.

Menurut KDM, perubahan alun-alun menjadi kawasan Kota Tua bukan sekadar proyek estetika, melainkan bagian dari upaya menghidupkan kembali seni, budaya, dan sejarah Sunda di tengah modernisasi kota.

Penataan tersebut direncanakan mulai direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026 atau APBD 2027. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap proyek ini mampu menjadikan Karawang sebagai destinasi wisata budaya baru yang memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri.

Selain menghadirkan nuansa budaya, program itu juga ditargetkan membuat kawasan perkotaan menjadi lebih bersih, nyaman, dan tertata. KDM menilai Karawang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota dengan identitas budaya Sunda yang kuat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang membawa Mahkota Binokasih ke Karawang.

Menurutnya, Mahkota Binokasih menjadi simbol penting hubungan antara pemimpin dan masyarakat yang dibangun atas dasar kasih sayang dan persatuan.

“Pembangunan tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus dibangun atas dasar nilai kasih sayang, kebersamaan, dan persatuan,” ujarnya.

Dilansir dari tvOneNews.com dan Jabarprov.go.id.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments