SBCNews.id – Krisis pasokan energi global semakin memburuk setelah penutupan Selat Hormuz selama hampir 70 hari menyebabkan kekurangan pasokan minyak dunia lebih dari 1 miliar barel. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi internasional.
Dilansir dari SINDOnews, Rabu (13/5/2026), jalur pelayaran strategis itu selama ini menjadi akses utama distribusi minyak dari kawasan Teluk menuju berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Amerika. Penutupan berkepanjangan membuat rantai pasok energi global terganggu dan menekan cadangan minyak sejumlah negara.
Para analis energi menilai situasi tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak langsung terhadap keamanan distribusi minyak internasional. Akibatnya, sejumlah negara mulai menggunakan cadangan strategis untuk menjaga kestabilan kebutuhan energi domestik.
Tak hanya sektor energi, dampaknya juga mulai dirasakan pada sektor industri, transportasi, hingga harga pangan akibat meningkatnya biaya distribusi global.
Jika kondisi ini terus berlangsung, perlambatan ekonomi dunia dinilai sulit dihindari. Selat Hormuz pun kembali menjadi titik krusial yang menentukan stabilitas perdagangan dan ketahanan energi global di tengah tingginya ketergantungan dunia terhadap minyak bumi.



