SBCNews.id— Kecelakaan tragis melibatkan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, menelan korban jiwa sebanyak 15 orang dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan jumlah korban meninggal dunia tersebut tersebar di sejumlah rumah sakit. “Sebanyak 10 jenazah berada di RS Polri, tiga di RSUD Bekasi, satu di RSU Bella, dan satu lainnya di RS Mitra Keluarga,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.Selain korban meninggal, tercatat sebanyak 76 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Namun, pihak kepolisian belum merinci jenis luka yang dialami para korban.
Sementara itu, proses identifikasi korban terus dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Polri Kramat Jati. Hingga kini, tujuh keluarga telah melapor ke posko ante mortem untuk membantu proses pencocokan data korban.Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono, menyebutkan pihaknya telah menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari. Seluruh jenazah tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dan masih dalam proses identifikasi oleh tim forensik.
“Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem hasil pemeriksaan forensik,” jelas Prima dalam konferensi pers.”
Ia menegaskan, kehadiran keluarga korban sangat penting untuk mempercepat proses identifikasi. Hingga saat ini, tim DVI masih melakukan rekonsiliasi data agar identitas korban dapat segera dipastikan.Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut untuk segera datang ke posko ante mortem di RS Polri Kramat Jati guna membantu proses identifikasi.



