HomeEkbisPanen Jagung di Lapas Porong Jadi Simbol Ketahanan Pangan, DPR RI Beri...

Panen Jagung di Lapas Porong Jadi Simbol Ketahanan Pangan, DPR RI Beri Dukungan Penuh

SBCNews.id – Program ketahanan pangan nasional kini merambah lingkungan pemasyarakatan. Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menyatakan dukungan penuh terhadap pemanfaatan lahan tidak produktif di Lapas Kelas I Surabaya yang kini disulap menjadi lahan pertanian produktif.

Dukungan tersebut disampaikan saat panen perdana jagung manis dalam program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Latubaya di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Selasa. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, serta Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman.

Dalam kesempatan tersebut, Willy menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan melalui Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

“Program ini sudah direalisasikan menjadi praktik nyata di banyak lapas dan menjadi langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menilai, pemanfaatan lahan terbengkalai menjadi lahan pertanian produktif merupakan solusi strategis yang tidak hanya berdampak pada penyediaan pangan, tetapi juga memberikan nilai edukasi bagi warga binaan. Program ini dinilai mampu membangun kemandirian sekaligus keterampilan yang bermanfaat setelah masa pembinaan berakhir.

Panen perdana jagung ini menjadi bukti bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat dioptimalkan secara maksimal. Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung program nasional.

Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, menyebut keberhasilan ini berawal dari komitmen kuat jajaran untuk mengelola potensi yang ada. Lahan yang sebelumnya terbengkalai kini mampu menghasilkan panen yang menjanjikan.

“Kehadiran DPR RI menunjukkan adanya dukungan nyata terhadap program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menambahkan bahwa dukungan dari legislatif menjadi dorongan besar bagi pihaknya untuk terus mengembangkan program serupa. Ia berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjadi contoh bagi lapas lain di Indonesia.

Program SAE Latubaya sendiri tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan produktif. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjawab tantangan ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi pada proses rehabilitasi sosial.

Ke depan, model pemanfaatan lahan di lapas seperti di Porong ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah. Dari balik tembok pemasyarakatan, lahir kontribusi nyata bagi negeri—mengubah lahan terlantar menjadi sumber pangan, sekaligus harapan baru menuju kemandirian nasional.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments