SBCNews.id — Universitas Indonesia (UI) resmi meluncurkan UI Halal Training Center (UIHTC) sebagai langkah strategis memperkuat sumber daya manusia (SDM) halal yang profesional, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat global. Peresmian digelar di Aula Terapung Kampus UI Depok, Rabu (12/2/2026), ditandai dengan prosesi simbolis tabuh rebana oleh jajaran pimpinan dan tamu kehormatan.
Wakil Rektor Bidang Infrastruktur dan Fasilitas UI, Prof. Agus Setiawan, menegaskan pengembangan sektor halal menjadi bagian dari strategi besar UI dalam merespons tantangan global. Menurutnya, sebagai universitas kelas dunia, UI tidak hanya berperan mencetak lulusan unggul, tetapi juga membangun ekosistem halal melalui pendidikan, riset, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.“Ini sejalan dengan visi UI Empowering Entrepreneurship and Global Competitiveness,” ujarnya, dalam rilis UI, Senin(16/2/2026).
Direktur UIHTC, Qiwamudin, menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya diharapkan menjadi lokomotif pengembangan SDM halal nasional. UIHTC, kata dia, akan berperan sebagai bridging institution yang menjembatani dunia usaha, industri, dan akademik dalam memperkuat ekosistem halal. “UIHTC akan mencetak SDM halal yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global,” tuturnya.
Dukungan terhadap UIHTC juga datang dari pemerintah. Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Muhammad Aqil Irham, menjelaskan bahwa UIHTC telah mengantongi akreditasi melalui SK BPJPH RI Nomor 325 Tahun 2025 dengan Nomor Registrasi 2601000001.
Dengan akreditasi tersebut, UIHTC resmi menyelenggarakan pelatihan Penyelia Halal, Auditor Halal, Juru Sembelih Halal (Juleha), SDM Syariah, hingga Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Saat ini, terdapat 38 lembaga pelatihan terakreditasi BPJPH di Indonesia.“Kami berharap UIHTC menjadi pusat unggulan sekaligus leader pelatihan halal berbasis akademik, riset, dan inovasi,” ujarnya.
Dalam arahannya, Ma’ruf Amin yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina UI Halal Center (UIHC), menekankan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem halal nasional. Ia menegaskan bahwa halal bukan sekadar sertifikasi administratif, melainkan sistem tata kelola yang menuntut integritas, standar, dan kompetensi tinggi.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar produk halal, tetapi harus menjadi produsen sekaligus penentu standar halal dunia,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Beasiswa SDM Industri Halal kepada peserta terpilih, dengan dukungan dari BCA Syariah. Corporate Secretary BCA Syariah, Muhammad Fikri Hudaya, menilai kesiapan penyelia halal di tingkat usaha sangat penting, khususnya dalam membantu UMKM menerapkan standar halal secara konsisten dan siap menghadapi tuntutan pasar serta regulasi.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Penyelia Halal UMK Reguler sebagai program perdana UIHTC. Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan tenaga profesional guna mendukung implementasi Sistem Jaminan Produk Halal di berbagai sektor.
Peluncuran UIHTC turut dihadiri sejumlah tokoh dan akademisi, di antaranya Direktur Utama UI Halal Center Ir. Nia Adriana, Wakil Ketua Komite Fatwa MUI Prof. Muhammad Luthfi, Kaprodi S3 KSG SPPB UI Prof. Yon Machmudi, Ketua Umum Masjid UI Gus Yusron Shidqi, Lc., Rektor ITB Swadharma Dr. Abdillah, M.Si., serta jajaran pimpinan dan pakar lainnya.
Dengan kehadiran UIHTC, UI menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak penguatan ekosistem halal nasional menuju standar global.



