HomeNasionalAirlangga Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

Airlangga Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45 persen, sementara cadangan devisa tercatat 146 miliar dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat meski perekonomian global menghadapi ketidakpastian dan pasar keuangan mengalami gejolak. Ia menyampaikan hal itu setelah melaporkan perkembangan sejumlah indikator ekonomi kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Menurut Airlangga, kondisi tersebut tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,45 persen, sedangkan inflasi masih berada dalam rentang sasaran 2,5 persen plus-minus 1 persen.

"Kondisi makroekonomi kami sampaikan kepada Bapak Presiden, pertumbuhan ekonomi 5,45 persen, tingkat inflasi masih dalam range 2,5 plus minus 1 persen," kata Airlangga.

Indikator domestik masih positif

Selain pertumbuhan dan inflasi, pemerintah mencatat indeks manajer pembelian atau PMI berada di level 52. Indeks keyakinan konsumen juga berada pada angka 118. Kedua indikator itu disampaikan sebagai bagian dari gambaran kondisi perekonomian nasional di tengah tekanan eksternal.

Airlangga turut melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia yang mencapai 146 miliar dolar AS. Nilai tersebut disebut setara dengan pembiayaan sekitar 6,5 bulan impor.

Di sektor perbankan, penyaluran kredit tumbuh sekitar 13 persen. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) juga dinilai masih relatif rendah. Airlangga mengatakan rangkaian indikator tersebut memperlihatkan bahwa kondisi makroekonomi Indonesia masih cukup kuat ketika perekonomian dunia diliputi ketidakpastian.

Ketahanan sektor riil dan pangan

Pemerintah juga melihat perkembangan positif dari sektor riil. Ketersediaan pangan disebut memadai, dengan stok beras nasional berada di atas 5 juta ton.

Selain itu, nilai tukar petani (NTP) dilaporkan meningkat hingga sekitar 130. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang disampaikan pemerintah dalam menggambarkan perkembangan sektor riil dan kondisi petani.

Airlangga mengakui bahwa pasar keuangan Indonesia menghadapi gejolak sentimen, termasuk yang berkaitan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Namun, ia menilai dinamika tersebut tidak secara otomatis mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

"Memang dari segi sentimental seperti yang kemarin dibahas, ada riak-riak seperti MSCI, tetapi kan itu bukan sesuatu yang mengganggu secara keseluruhan dan banyak rating agensi lain juga bisa menilai perekonomian kita," ujarnya.

Pemerintah berupaya menenangkan pasar

Airlangga mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk merespons gejolak tersebut. Ia juga menyebut pergerakan pasar saham telah menunjukkan perbaikan.

"Kita menenangkan pasar dan hari ini kan kita lihat juga sudah berada di dalam jalur hijau," kata Airlangga.

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks munculnya sentimen negatif di pasar keuangan yang dikaitkan dengan MSCI. Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa gejolak tersebut dinilai belum mengganggu kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

Dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi, cadangan devisa, kredit perbankan, keyakinan konsumen, serta indikator sektor riil yang disebut masih positif, pemerintah menilai fondasi ekonomi nasional tetap terjaga di tengah perubahan sentimen pasar dan ketidakpastian ekonomi global.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments